Akselerasi Pembangunan Bandara Surabaya II Mbay Hadapi Tantangan Baru, Sinergi Sektoral Kunci Konektivitas NTT
Pertemuan Ketua Percepatan Pembangunan Bandara Surabaya 2 Justino Djogo bersama Komandan Batalyon 834 Wakanga Mere, Letkol Bony Pratama

Akselerasi Pembangunan Bandara Surabaya II Mbay Hadapi Tantangan Baru, Sinergi Sektoral Kunci Konektivitas NTT

Nagekeo – Pembangunan Bandara Surabaya 2 Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menghadapi tantangan baru. Ketua Tim Percepatan Pembangunan Bandara Surabaya 2, Justino Djogo, MA., MBA., mengungkapkan akses jalan menuju lokasi bandara yang sebelumnya telah disurvei kini diklaim sebagai bagian dari lahan yang direncanakan untuk pembangunan Brigif. 

Kondisi ini dinilai berpotensi memperlambat upaya percepatan pembangunan bandara yang diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis bagi pengembangan wilayah Flores Kepulauan.

“Setelah tahun lalu sudah berdialog dengan Danyonif sebelumnya dan melakukan survey untuk pembukaan akses jalan menuju bandara, saat ini justru menemukan hambatan serius karena akses jalan tersebut ‘diklaim’ sebagai lahan untuk membangun Brigif,” ujar Justin usai melakukan pertemuan dengan Danyonif TP 834 Wakanga Mere, Letkol Inf. Bony Pratama, Kamis (2/7/2026).

Menurut Justin, persoalan tersebut perlu segera diselesaikan melalui koordinasi dan dialog agar tidak menghambat percepatan pembangunan Bandara Surabaya 2 Mbay yang dinilai memiliki peran strategis bagi pengembangan wilayah.

Menanggapi hal itu, Danyonif TP 834 Wakanga Mere, Letkol Inf. Bony Pratama, menegaskan TNI terbuka untuk berdialog dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi terbaik.

“Kami sangat terbuka untuk berdialog dengan semua pemangku kepentingan. Baik Pemda Nagekeo, masyarakat, tokoh agama maupun tokoh muda agar tidak terjadi miskomunikasi” ungkapnya. TNI bahkan siap untuk mengukur ulang lahan sebelum Brigif dibangun. Hal ini agar relokasi warga berdampak dapat diselesaikan dengan bijak, juga pembangunan Bandara Mbay bisa dipercepat. “Namun hal ini lebih tepat berkomunikasi dengan Pak Dandim di Bajawa yang berwenang langsung terhadap Brigif,” pesan Bony. Koordinasi Jadi Kunci Penyelesaian Terkait kendala tersebut, Justino Jogo Dja menegaskan pembangunan Bandara Surabaya 2 Mbay merupakan kebutuhan yang sangat fundamental dalam mempercepat aktivitas perekonomian, terlebih jika Mbay diproyeksikan menjadi ibu kota Provinsi Flores Kepulauan. Kebutuhan adanya Bandara kata Dia sangat fundamental dalam mempercepat aktivitas perekonomian. Jika Mbay diprediksi akan menjadi ibukota Provinsi Flores Kepulauan, maka Bandara merupakan syarat mutlak.  “Karena itu, saya menghimbau agar koordinasi dan dialog konstruktif antar semua pihak dapat dilakukan segera mungkin,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat Tim Percepatan Pembangunan Bandara Surabaya 2 Mbay akan menggelar pertemuan dengan Dandim di Bajawa untuk membahas solusi atas persoalan tersebut. 

Pertemuan itu diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan sehingga percepatan pembangunan bandara dapat berjalan sesuai rencana.

Leave a Reply

Close Menu