MTQ XXXI NTT Berakhir, Wagub Johni Asadoma Tekankan Persaudaraan dan Pembangunan Berbasis Nilai Qurani
MTQ XXXI NTT: Wagub Johni Asadoma Tekankan Persaudaraan dan Pembangunan Berbasis Nilai Qurani / foto: ist

MTQ XXXI NTT Berakhir, Wagub Johni Asadoma Tekankan Persaudaraan dan Pembangunan Berbasis Nilai Qurani

NAGEKEO – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah resmi ditutup. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, yang hadir secara langsung menutup rangkaian perhelatan keagamaan tersebut, menitikberatkan pesannya pada pentingnya merawat tali persaudaraan serta menjadikan nilai-nilai ajaran agama sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa Al-Qur’an memuat pesan-pesan universal tentang perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan. Oleh karena itu, pembangunan di wilayah NTT tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik atau ekonomi semata, melainkan harus diimbangi dengan pembangunan karakter masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai spiritual tersebut. Momentum MTQ diharapkan mampu memperkokoh jalinan toleransi antarumat beragama yang selama ini telah menjadi ciri khas sekaligus kebanggaan masyarakat NTT.

 

Esensi mendalam dari penyelenggaraan MTQ ini juga mendapat sorotan dari tokoh masyarakat setempat. Justino Djogo, salah seorang Putra Nagekeo, memberikan pandangan reflektifnya terkait dampak sosial dari acara ini. Menurutnya, perayaan keagamaan semacam ini memiliki makna yang jauh lebih luas bagi tatanan sosial masyarakat majemuk.

“Kegiatan MTQ bukan saja sekadar perlombaan membaca ayat suci Al-Qur’an, namun yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai tersebut selanjutnya diterapkan dalam hidup bersama di tengah masyarakat,” tegas Justin.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kerukunan yang tercipta selama acara berlangsung merupakan cerminan dari identitas asli daerah tersebut. Justino menekankan bahwa NTT selama ini telah membuktikan keanekaragamannya bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai modal utama dalam membangun dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemajemukan ini terawat dengan baik melalui sikap saling menghargai yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat.

Sebagai perwakilan dari tuan rumah, Justin tidak lupa memberikan apresiasi dan salam perpisahan yang hangat kepada seluruh kafilah dan tamu undangan yang telah berpartisipasi menyukseskan MTQ tingkat provinsi tahun ini.

“Bagi peserta yang akan kembali ke tempatnya masing-masing, tentu segenap warga Nagekeo mengucapkan selamat jalan. Semoga perjalanan Anda semua lancar dan tiba dengan selamat di tempat tujuan,” tutup Justino.

Berakhirnya MTQ ke-XXXI ini bukan sekadar penutup sebuah kompetisi, melainkan menjadi titik awal bagi seluruh elemen masyarakat NTT untuk terus membumikan semangat persaudaraan, persatuan, dan kedamaian di bumi Flobamora.

Redaksi Forum Dialog Nusantara

Leave a Reply

Close Menu