Media/Humas Balitbang DPP Partai Golkar
JAKARTA – Dalam diskusi strategis yang diselenggarakan oleh Balitbang DPP Partai Golkar pada Selasa, 20 Januari 2026, Prof. Dr. H. Bomer Pasaribu, SH. SE. MS., memaparkan refleksi mendalam mengenai risiko negara gagal. Beliau menekankan bahwa jalan menuju Indonesia Emas 2045 tidaklah mudah dan penuh dengan “jebakan global” yang menuntut ketahanan internal yang kuat.
Mengapa Negara Bisa Gagal?
Berdasarkan studi kasus yang dipaparkan, kegagalan sebuah negara seringkali bukan hanya disebabkan oleh invasi militer, melainkan pembusukan dari dalam:
- Venezuela dan Bahaya Oligarki: Venezuela menjadi contoh bagaimana kekayaan negara yang dijarah oleh segelintir elit (oligarki) membuat negara tersebut tidak berdaya saat krisis melanda. Korupsi sistemik melemahkan Alutsista dan kesejahteraan rakyat, sehingga dukungan publik terhadap pemerintah pun runtuh.
- Iran dan Ancaman Demografi: Krisis di Iran menunjukkan bahwa ekonomi domestik yang timpang dan inflasi yang tidak terkendali dapat memicu revolusi rakyat (The Great Uprising). Generasi muda yang putus asa karena minimnya lapangan kerja berubah dari “bonus demografi” menjadi ancaman stabilitas.




Kekuatan Sejati Ada di Dalam Negeri
“Aliansi luar negeri seringkali bersifat semu. Kekuatan sejati ada di dalam negeri,” tegas Prof. Bomer dalam paparannya. Beliau mengingatkan bahwa ketergantungan pada satu komoditas atau didikte oleh kekuatan asing (seperti China, Rusia, atau AS) adalah risiko besar bagi kedaulatan ekonomi.
Solusi: Trilogi Pembangunan Merah Putih
Sebagai rekomendasi untuk era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Prof. Bomer menawarkan konsep Trilogi Pembangunan Merah Putih sebagai jawaban atas tantangan Asta Cita:
- Pondasi Hukum & Keamanan: Menumpas korupsi secara total, menyita aset koruptor untuk membiayai pembangunan, serta memberantas narkoba dan judi online yang dianggap sebagai proxy war untuk merusak mental bangsa.
- Pemberdayaan Masa Depan: Meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lapangan kerja bagi Gen Y dan Gen Z agar mereka menjadi motor penggerak pembangunan, bukan beban negara.
- Kedaulatan Ekonomi: Mengimplementasikan Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) untuk mewujudkan kemandirian pangan dan energi. SEP adalah antitesis dari kapitalisme oligarki maupun statisme otoriter.
Dengan menjalankan trilogi ini, cita-cita menjadi negara yang sejahtera, adil, makmur, dan merata (MASADAMBASRI) di usia 100 tahun Indonesia bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah keniscayaan yang kokoh dan berdaulat.
Penulis: Tim Media/Humas Balitbang DPP Partai Golkar
