BANDUNG — Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama raksasa kedirgantaraan global, Boeing, sukses menggelar acara puncak Final Demo Day Boeing University Innovation Leadership Development (BUILD) Indonesia 2026 di ITB Innovation Park Summarecon, Bandung. Ajang ini menampilkan 10 startup inovatif hasil inkubasi talenta muda Indonesia yang membawa terobosan tidak hanya di bidang penerbangan, tetapi juga pemanfaatan teknologi dirgantara untuk sektor pertanian, kesehatan, hingga rantai pasok berkelanjutan.
Program BUILD Indonesia 2026 ini merupakan penyelenggaraan perdana di Indonesia yang bertujuan memperkuat kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri global. Melalui program ini, para inovator muda mendapatkan kesempatan emas untuk menguji, mematangkan, serta mentransformasikan ide-ide kreatif mereka menjadi solusi nyata yang siap diterapkan di skala industri.



Membangun Ekosistem Inovasi dan Pendidikan STEM
Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde, menyampaikan bahwa pembangunan dan pengembangan industri kedirgantaraan tidak dapat dilakukan secara parsial hanya pada pembuatan pesawat terbang. Industri ini memerlukan dukungan ekosistem komprehensif yang bertumpu pada pendidikan, riset, dan teknologi.
“Pendidikan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem tersebut,” ujar Indra Duivenvoorde.
Selama program BUILD Indonesia berlangsung, para peserta mendapatkan pendampingan intensif dari para ahli teknis Boeing, mentor berpengalaman di industri, serta ekosistem inovasi ITB untuk menyempurnakan gagasan mereka agar relevan dengan kebutuhan pasar.


Teknologi Dirgantara sebagai Pilar Penting Indonesia Emas 2045
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng., memberikan Inspirational Speech yang menyoroti urgensi penguasaan teknologi dirgantara bagi Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Ilham Habibie, penerapan teknologi dirgantara memiliki spektrum yang luas dan tidak terbatas pada moda transportasi udara semata.
“Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penguasaan teknologi dirgantara—seperti satelit, pemantauan wilayah, logistik, pertanian, hingga mitigasi bencana—memiliki arti sangat strategis untuk memperkuat konektivitas nasional sekaligus menjawab berbagai tantangan geografis,” ungkap Ilham Habibie.
Ilham juga menekankan perlunya mencetak lebih banyak tenaga insinyur berkualitas serta memupuk ketangguhan, kemampuan kolaborasi, dan kepekaan sosial pada generasi muda agar mampu bersaing di panggung industri berteknologi tinggi di kancah internasional.
Tiga Inovasi Terbaik Raih Penghargaan
Dari 10 tim startup yang tampil dalam Final Demo Day, tiga inovasi terbaik berhasil meraih penghargaan dan dana dukungan pengembangan usaha masing-masing sebesar Rp50 juta beserta pendampingan lanjutan:
- AVIA-BSF – Mengembangkan inovasi pengelolaan limbah makanan menjadi bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
- MANTIS AGRITECH – Memanfaatkan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV/drone) untuk optimalisasi dan modernisasi sektor pertanian.
- PILOTIN.ID – Meraih penghargaan khusus Ide Paling Layak Pasar (Most Market-Viable Idea) melalui platform edukasi dan pelatihan keselamatan pengoperasian drone.
Melalui kemitraan berkelanjutan antara ITB dan Boeing, penyelenggaraan BUILD Indonesia diharapkan terus menjadi ruang inkubasi efektif dalam melahirkan talenta-talenta unggul dan inovasi berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi serta kedaulatan teknologi nasional.



