Mendikdasmen paparkan pagu anggaran yang ditujukan bagi Kemendikdasmen pada 2026. Ungkap harus diefesiensi untuk dukung program Presiden Prabowo.

Mendikdasmen paparkan pagu anggaran yang ditujukan bagi Kemendikdasmen pada 2026. Ungkap harus diefesiensi untuk dukung program Presiden Prabowo.

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sampaikan pagu alokasi anggaran kementeriannya di tahun 2026. Awalnya, Kemendikdasmen mendapat anggaran sebesar Rp 56,68 triliun.
“Dalam DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) awal, Kemendikdasmen mendapatkan anggaran sebesar Rp 56,68 triliun,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI yang disiarkan secara daring melalui laman YouTube TVR Parlemen dikutip Rabu (21/1/2026).

Namun, pada 31 Oktober 2025, Kemendikdasmen menerima Surat Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor S-687/MK.03/2025 soal Penguatan Dukungan Pelaksanaan Prioritas Direktif Presiden Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan surat tersebut, Kemendikdasmen melakukan pergeseran anggaran atau efisiensi mencapai Rp 4,56 triliun.

“Kemendikdasmen diarahkan untuk melakukan efisiensi sebesar Rp 4,56 triliun dalam mendukung program direktif (arahan langsung) Presiden, sehingga pagu anggaran Kemendikdasmen yang dapat dimanfaatkan menjadi sebesar Rp 52,12 triliun,” sambung Menteri Mu’ti.

Rincian Anggaran Kemendikdasmen 2026
Rincian Per Program

  1. Wajib Belajar 13 Tahun
    Pagu awal: Rp 27,29 triliun
    Efisiensi: Rp 708,47 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 26,581 triliun
  2. Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran
    Pagu awal: Rp 21,155 triliun
    Efisiensi: Rp 2,318 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 18,836 triliun
  3. Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran
    Pagu awal: Rp 21,155 triliun
    Efisiensi: Rp 2,318 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 18,836 triliun
  4. Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
    Pagu awal: Rp 3,21 triliun
    Efisiensi: Rp 355,896 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 2,854 triliun
  5. Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan
    Pagu awal: Rp 198,217 miliar
    Efisiensi: Rp 79,601 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 118,616 miliar
  6. Dukungan Manajemen
    Pagu awal: Rp 4,827 triliun
    Efisiensi: Rp 1,097 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 3,729 triliun

Rincian Per Unit Utama

  1. Sekretariat Jenderal
    Pagu awal: Rp 31,118 triliun
    Efisiensi: Rp 962,930 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 30,155 triliun
  2. Inspektorat Jenderal
    Pagu awal: Rp 129,594 miliar
    Efisiensi: Rp 41,904 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 87,690 miliar
  3. Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru
    Pagu awal: Rp 4,157 triliun
    Efisiensi: Rp 1,123 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 3,033 triliun
  4. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
    Pagu awal: Rp 14,791 triliun
    Efisiensi: Rp 1,322 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 13.468 triliun
  5. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus
    Pagu awal: Rp 4,570 triliun
    Efisiensi: Rp 603,243 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 3,967 triliun
  6. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
    Pagu awal: Rp 1,234 triliun
    Efisiensi: Rp 332,35 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 902,395 miliar
  7. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
    Pagu awal: Rp 680,342 miliar
    Efisiensi: Rp 174,252 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 506,089 miliar

Leave a Reply

Close Menu