LATAR BELAKANG
Ketahanan energi global saat ini tengah menghadapi tantangan multifaset yang dipicu oleh dinamika geopolitik, fluktuasi harga komoditas primer, dan gangguan rantai pasok global. Ketidakpastian ini memaksa banyak negara untuk meninjau kembali strategi kemandirian energi mereka, sembari tetap berkomitmen pada target dekarbonisasi jangka panjang. Bagi Indonesia, gejolak ini menjadi alarm penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang rentan terhadap tekanan pasar internasional.
Di sisi lain, tuntutan transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) bukan lagi sekadar komitmen lingkungan, melainkan keharusan ekonomi. Investasi pada teknologi hijau dan infrastruktur energi bersih menjadi kunci agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi global yang semakin mengedepankan standar emisi rendah. Namun, transisi ini memerlukan peta jalan yang matang agar tidak mengganggu stabilitas pasokan energi domestik dan daya beli masyarakat.
Sektor pertambangan Indonesia memiliki peran ganda yang strategis dalam masa transisi ini. Selain sebagai sumber devisa negara melalui ekspor mineral dan batu bara, sektor ini kini didorong untuk menjadi penyedia material kritis bagi teknologi EBT, seperti nikel untuk baterai kendaraan listrik. Sinkronisasi antara kebijakan hilirisasi industri mineral dan pengembangan pembangkit EBT menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan.
Dalam konteks regulasi, peran DPR RI, khususnya Komisi 12, menjadi sangat vital dalam merumuskan payung hukum yang progresif namun tetap realistis. Kebijakan yang dihasilkan harus mampu memberikan kepastian hukum bagi investor, sekaligus memastikan bahwa kedaulatan energi nasional tetap terjaga. Sinergi antara pemerintah, parlemen, lembaga strategis seperti Dewan Energi Nasional (DEN), serta pelaku usaha melalui KADIN sangat diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut.
Oleh karena itu, Forum Dialog Nusantara (FDN) memandang perlu adanya diskusi mendalam guna mencari titik temu antara tantangan global dengan peluang domestik. Diskusi ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi strategis mengenai percepatan adopsi EBT di tengah ketidakpastian dunia, demi mencapai target Indonesia Emas 2045 yang tangguh secara energi.
Maka dari itu Forum Dialog Nusantara berupaya untuk menyelenggaran diskusi yang mempertemukan para pemangku kepentingan, politisi, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam sebuah forum konstruktif yaitu Forum Dialog Nusantara Seri Dialog ke-21.
TUJUAN KEGIATAN
- Menganalisis dampak gejolak pasar energi global terhadap ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
- Membedah tantangan regulasi dan hambatan investasi dalam mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emission.
- Merumuskan strategi integrasi antara sektor pertambangan dan pengembangan teknologi energi baru terbarukan.
- Memperkuat kolaborasi pentahelix (Pemerintah, Parlemen, Akademisi, Bisnis, dan Masyarakat) dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
TEMA & MATERI KEGIATAN
- Tema: “Menjaga Resiliensi Energi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global dan Momentum Akselerasi EBT”
- Materi Kegiatan:
- Evaluasi kebijakan energi nasional pasca gejolak harga komoditas global.
- Peran regulasi (RUU EBET/Migas) sebagai katalisator transisi energi.
- Peluang investasi sektor pertambangan dalam mendukung rantai pasok energi bersih.
- Inovasi teknologi dan kesiapan infrastruktur distribusi EBT di Indonesia.
NARASUMBER
- Sambutan:
- Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA. – Co-Founder FDN, Ketua Dewan Penasihat FDN.
- Keynote Speech:
- Bahlil Lahadalia, M.Si. – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
- Para Pembicara:
- Bambang Patijaya, S.E., M.M. (Ketua Komisi XII DPR RI – Fraksi Golkar)
- Sugeng Suparwoto, M.T. (Wakil Ketua Komisi XII DPR RI – Fraksi Nasdem)
- Putri Zulkifli Hasan, S.Mn., M.Bus. (Wakil Ketua Komisi XII DPR RI – Fraksi PAN)
- Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., IPM. (Dewan Energi Nasional)
- Aryo Djojohadikusumo (Wakil Ketua Umum Bidang Energi & Pertambangan KADIN Indonesia)
- Fahmi Harsandono, S.E. (Mantan Wakil Ketua Komite BPH Migas)
- (H.C.) Drs. Cornelis, M.H. (Anggota Komisi XII Dapil Kalimantan Barat 1)
- Moderator:
- Adi Wicaksono, MBA. – Staf Ahli Wakil Ketua DPR RI
- Closing Remark:
- Justino Djogo, MA., MBA. – Direktur Eksekutif FDN
PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan akan dilaksanakan secara hybrid di lokasi kegiatan dan melalui aplikasi virtual meeting. Kegiatan ini juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Forum Dialog Nusantara.
Waktu : Senin, 18 Mei 2026
Pukul : 14.00 – 17:00 WIB
Tempat : Perpustakaan Habibie & Ainun, Jl. Patra Kuningan XIII No. 5 Kec. Setiabudi,, Jakarta Selatan.
KEGIATAN
Kegiatan ini diikuti oleh para politisi, praktisi, mahasiswa dalam sektor-sektor terkait serta masyarakat umum dan disajikan secara live streaming pada platform media FDN Nusantara, dan diliput oleh media mainstream. Dialog ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada publik.
